Senin, 13 April 2009

Randudongkal Desa Metropolitan

Randudongkal, adalah salah satu kecamatan dari 13 kecamatan di kabupaten Pemalang. Randudongkal mempunyai nama sebutan “Ndongkal”. Ndongkal terletak di kabupten Pemalang bagian selatan, jadi sering disebut orang ndongkal dan sekitarnya adalah keturunan turki alias turunan kidul (keturunan selatan).

Randudongkal adalah kecamatan yang tidak mempunyai perbatasan dengan kabupaten lain jadi Randudongkal terletak di tengah-tengah kecamatan lainya sehingga bisa dikatakan sebagai pusat kota dibagian selatan. Hal ini bisa terlihat terutama saat menjelang lebaran alias prebegan orang-orang dari sekitar kecamatan Radudongkal seperti Moga, Warungpring, Belik, Watukumpul dan Pulosari, berbondong-bondong tumpah ruah di Randudongkal.
Karena perannya sebagai kota bagi kecamatan-kecamatan di kawedhanan Randudongkal dan desa sekitarnya sekitarnya, maka tidak heran jika sekarang ini Randudongkal dapat dikatakan sebagai desa metropolitan. Hal ini seiring dengan pertumbuhan yang cukup pesat di desa Randudongkal sampai-sampai dalam beberapa tahun terakhirdesa Randudongkal telah menyatu dengan desa-desa disekiarnya karena pertumbuhan dan pembangunan, padahal dahulu antara Randudongkal dengan desa-desa disekitarnya terdapat hamparan persawahan yang memisahkanya namun kini sawah-sawah itu telah menjadi rumah-rumah dan pertokoan-pertokoan.
Radudongkal merupakan desa yang super padat untuk ukuran desa sekelasnya. Bahkan tata ruang kota pun sangat padat dan rapat. Deretan perumahan dipedalaman desa bahkan sangat padat sekali. Misalkan dicontohkan adalah di blok Arum RT 5 RW 5 desa Randudongkal yang terletak di belakang eks bioskop Djanoko. Di RT ini pemukiman atau perumahan penduduk hampir menutupi 90 persen tanah, sissanya adalah gang-gang rt saja. Bahkan jika saya amati di blok Arum ini hanya ada sebatang pohon rindang yang berdiri, yaitu pohon jambu di saru-satunya pekakarangan yang masih kosong.
Dahulu di Randudongkal mempunyai pusat hiburan yang sangat terkenal yaitu “bioskop Djanoko”, namun sampai sekarang sejak kira-kira 10 tahun yang lalu bioskop tersebut sudah tidak beroperasi lagi karena termakan oleh perkembangan DVD dan VCD. Hingga saat ini bangunan kokoh eks bioskop Djanoko masih terap utuh berdiri tanpa adanya perawatan hanya dipagari seadanya saja. Meskipun sudah tutup nama bioskop Djanoko masih tetap eksis sebagai ikon desa Randudongkal (meski cuma namanya saja). Sebenarnya Randudongkal tidak mempunyai asset pariwisata yang menarik tetapi karena letaknya yang strategis dan berada di pusat kota bagi desa-desa sekitarnya, Randudongkal tetap ramai dikunjungi orang baik siang maupun malam, minimal orang lewat mo kedesa atau kota lain.
Bisa dikatakan yang membuat Randudongkal rame terus adalah karena peran pasar induk Randudongkal. Pasar ini mempunyai jadwal pasaran hari Selasa, Jum’at dan Minggu. Dipasar ini aktivitas perdagangan sangat tinggi terutama pada hari-hari pasaran. Pasar ini menjadi pusat belanja bagi warga Randudongkal sendiri dan warga disekitar Randudongkal.
Kalau malam hari datang, para pedagang kaki lima mulai menggelar daganganya disepanjang jalan protokol Randudongkal. Mereka mulai berjualan sekitar pukul 3 sore hingga 12 malam bahkan ada beberapa yang berjualan sampai dini hari. makanan yang mereka jual beraneka ragam dimulai dari makanan ringan hingga makanan pokok atau menu kanan malam. Dari aktivitas para PKL inilah yang membuat hidup desa Randudongkal di malam hari.
Dari sisi keagamaan, penduduk Randudongkal sebagin besar adalah beragama Islam kira-kira 90% dari penduduknya, meskipun didesa ini berdiri atu gereja umat kristiani, namun sebagian besar umatnya adalah warga tionghoa dan sedikit warga pribumi yang beragama Kristen. Di Randudongkal setidaknya berdiri dengan kokoh 5 masjid besar,salah satunya adalah masjid agung Randudongkal. Dari sisi organisasi keagamaan sebagian masyarakatnya bergolongan Nahdotul Ulama dan sebagian lainya adalah Muhammadiyah, meskipun sedikit ad yang mengikuti golongan diluar keduanya namun tetap saja kedua organisasi tersebut sangat berpengaruh.
Dari sisi pendidikan di Randudngkal terdapat sekitar 15 sekolah dasar, 8 sekolah menengah pertama dan 3 sekolah menengah atas baik negeri maupun suasta. Dari pendidikan keagamaan ada satu madrasah diniyah dan beberapa TPQ serta pengajian tradisional lainnya. Di Randudongkal juga ada beberapa cabang universitas yang membuka kelas perkuliahan seperti universitas IKIP PGRI Semarang yang membuka cabang perkuliahan akhir pekan di SMU PGRI Randudongkal dan STAIN Pekalongan yang membuka kelasnya di MTS Randudongkal. Di ambil dari zakaria (cah Arum)